Kabar Kata

Memuat semua berita tentang sejarah, perkembangan, dan informasi terbaru bahasa Indonesia.

Cerita Mahasiswa BIPA UGM tentang Budaya dan Bahasa Indonesia

Kamis, 19 Oktober 2023 16:17 WIB

Foto Redaksi
Foto Redaksi

Yogyakarta--Lima mahasiswa BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) yang belajar di INCULS (The Indonesian Language and Culture Learning Service) FIB UGM menceritakan pengalaman dan tantangan mereka dalam belajar bahasa Indonesia. Dalam acara "Gelar Wicara" dengan topik "Strategi dan Tantangan Belajar BIPA" ini, mereka berbagi cerita pada Kamis, 19 Oktober 2023 di Auditorium Soegondo FIB UGM.

Mereka adalah Edixon Daniel Ortiz Villamizar (Kolombia), Dobrin Tsvetanov Bugov (Bulgaria), Andrew Mullabi (Uganda), Sundas Ejaz (Pakistan), dan Anne Harvey (Amerika Serikat). Dimoderatori Ilfat Isroi Nirwani, Pengajar BIPA INCULS FIB UGM, siapa sangka dari semula kaget berada di Indonesia, kini mereka sangat mencintai bahasa dan budaya Indonesia.

"Saya pertama kali datang tahun 2016. Pertama, saya kaget ketika mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Cuaca panas. Kedua, saya kaget mendengar klakson, ketiga kaget melihat motor, dan terakhir sambal. Orang lokal makan sambal pakai cabe 5, saya tidak kuat dengan pedas," ujar Dobrin, mahasiswa asal Bulgaria.

Andrew, mahasiswa Uganda, juga mengiyakan betapa dia kaget saat disuguhkan nasi, ayam goreng, dan sambal. "Saya bertanya-tanya, kuahnya mana? Di negara saya, makan nasi pakai kuah. Ternyata di Indonesia pakai sambal. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana mencampurkan nasi dengan sambal," ujarnya tersenyum.

Meskipun begitu, lama-lama mereka pun belajar sendiri. Kini Andrew sangat suka makanan Indonesia. Dia pun mulai suka ayam geprek, nasi padang, ayam penyet, dan nasi pecel. Bahkan, Dobrin sampai punya sambal favorit, yaitu sambal bawang dan sambal tomat.

Berbeda dengan Dobrin dan Andrew, Sundas dari Pakistan malah syok dengan budaya parkir di Indonesia. "Ketika kita berhenti di mana-mana, kita bayar parkir. Mereka gak bantu sama sekali, tapi pas mau pulang harus bayar," ujar Sundas yang mengungkapkan budaya parkir di Indonesia mirip dengan budaya parkir di negaranya.

Mendengar kisah Sundas, Ilfat Isroi, moderator bertanya, "Apakah Anda ikhlas?" Siapa sangka, Sundas berkata kalau seperti ini, dia akan menjadi miskin. Jawaban Sundas tentu disambut tepuk riuh dan senyum getir dari peserta gelar wicara kali ini.

Meskipun begitu, pelan-pelan mereka pun bersosialisasi dan beradaptasi dengan situasi ini. Dobrin sampai berkata bahwa dia yang dulunya kaget dengan suara klakson di Indonesia, kini pede sering-sering membunyikan klakson. 

"Saya pede saja, terutama membunyikan klason untuk ibu-ibu yang tidak pakai lampu sign," ujarnya tertawa.

Di balik lika-liku budaya Indnesia. Andrew, mahasiswa Urganda sangat mengagumi cara orang Indonesia menggabungkan budaya dan agama. Katanya, di Uganda, pembawa agama membuat orang-orang Uganda berpikir bahwa budaya itu sebuah dosa. Di sini agama dan budaya menyatu dalam kehidupan masyarakat. 

"Saya sangat suka mengobservasi dan meneliti hal tersebut," ujar calon mahasiswa doktor UGM ini.

Sementara itu, terkait bahasa Indonesia, hampir semua mahasiswa asing ini kaget dengan materi yang dipelajari dan bahasa yang dipakai masyarakat. Mereka diajarkan bahasa Indonesia baku yang sesuai dengan kaidah, tetapi mereka justru dianggap kaku dan diminta santai dengan menggunakan bahasa gaul. Mengatasi hal ini, mereka pun berpikir bagaimana caranya agar cepat beradaptasi.

"Saya mengatasinya dengan sinetron. Saya yakin mahasiswa asing akan cepat bisa berbahasa Indonesia jika sering menonton sinetron Indonesia. Dua minggu saja, mereka akan mahir," ujar Dobrin sembari disambut tawa oleh mahasiswa Indonesia.

Kini mereka sudah seperti orang Indonesia karena ada yang sudah tinggal 7--10 tahun. Mereka merasakan betapa privilage-nya belajar bahasa dan budaya Indonesia. (admin)

*

Kirim Komentar


Kabar Kata lainnya

Menjelajahi Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XII Virtual

Informasi 29-10-2023 06:04 WIB

Jakarta“Sejak Rabu, 25 Oktober 2023, Kongres Bahasa Indonesia XII yang bertema œLiterasi dalam Kebinekaan untuk Kemuajuan Bangsa resmi dibuka dan dilaksanakan secara hybrid, yakni luring dan daring. Sebanyak 1000 peserta daring turut hadir mengikuti rangkaian acara melalui laman virtual KBI...


Kongres Bahasa Indonesia XII Resmi Dibuka di Jakarta

Informasi 25-10-2023 23:27 WIB

Jakarta”Kongres Bahasa Indonesia (KBI XII) resmi dibuka di Jakarta pada Rabu, 25 Oktober 2023 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim atau yang akrab disapa dengan Mas Menteri. Bertempat di The Sultan Hotel and Residence, KBI XII dihelat untuk menengok...


Ilmu Semiotika: Memaknai Lambang

Informasi 29-08-2023 09:41 WIB

Pernahkah Sobat melihat rambu-rambu lalu lintas Ada yang bergambarkan huruf p dengan garis miring, menandakan œdilarang parkir atau simbol di pintu toilet. Perlu Sobat ketahui bahwa ilmu yang mempelajari lambang tersebut dinamakan ilmu semiotik.Ilmu semiotik berasal dari kata semeion dalam...


J.W.M. Verhaar

Informasi 30-07-2023 11:18 WIB

Ejaan.id”Verhaar memiliki nama lengkap Johannes Wilhelmus Maria Verhaar. Verhaar merupakan tokoh asal Den Haag, Belanda yang berpengaruh dalam perkembangan bahasa Indonesia. Verhaar dilahirkan pada 20 Juli 1925. Meskipun Verhaar bukanlah masyarakat pribumi Indonesia. Namun, Verhaar...


I Dewa Putu Wijana, Sang Ahli Pragmatik di Indonesia

Informasi 25-07-2023 15:16 WIB

Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A. (lahir 16 Agustus 1956) adalah guru besar sastra Indonesia di Universitas Gadjah Mada. Beliau dikenal sebagai linguis yang ahli ilmu pragmatik. Gelar doktor diperolehnya dari UGM pada tahun 1995 dengan disertasi "Wacana Kartun dalam Bahasa Indonesia"....