Kabar Kata

Memuat semua berita tentang sejarah, perkembangan, dan informasi terbaru bahasa Indonesia.

Gorys Keraf, Ahli Bahasa Indonesia

Kamis, 13 April 2023 20:53 WIB

Gorys Keraf (Foto: Yori Leo Saputra)
Gorys Keraf (Foto: Yori Leo Saputra)

Ejaan.id—Prof. Dr. Gregonorius Keraf dikenal dengan nama punggung Gorys Keraf. Beliau lahir di Lamatera/Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 17 November 1936 dan meninggal di Jakarta, 30 Agustus 1997 dalam usia 61 tahun. Beliau adalah salah seorang ahli bahasa di Indonesia. Selain itu, beliau merupakan motivator ulung dan seorang guru yang sangat disiplin, tegas, teliti, rajin, dan tekun. 

Viktor Liman Wutun, Yohakim Boli Lajar, dan Thomas Atalajar adalah murid beliau yang berasal dari Lembata. Mereka pernah diajarkan menulis. Menurut Thomas Atalajar, Keraf adalah sosok guru sejati. Ia pernah didorong oleh Keraf untuk selalu menulis hingga diakui oleh orang lain. Itulah yang membuat Thomas Atalajar untuk selalu menulis. Kedisiplinan Keraf dalam mengajar tidak hanya dirasakan oleh Thomas Atalajar, tetapi juga dirasakan oleh Yohakim Boli Lajar dan Viktor Liman. 

Ketiga muridnya itu pernah dipanggil oleh Prof. Dr. Subroto pada tahun 2000. Mereka diminta untuk berkerja di perpustakaan Universitas Atma Jaya sebab mereka dipercaya rajin, tekun, jujur, dan memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik. Viktor Liman Witu diangkat sebagai kepala bidang perpustakaan, sedangkan Yohakim Boli Lajar diangkat menjadi bendahara yayasan. Semantara itu, Thomas Atalajar diangkat menjadi kepala bidang media dan penulis buku yang belangsung selama 20 tahun. Keberhasilan mereka berkat kegigihan Gorys Keraf dalam mengajak menulis. 

Berdasarkan biotadanya, Keraf menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Seminari Hokeng (1954). Kemudian, pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Syuradikara di Ende (1958). Setelah itu, beliau melajutkan pendidikan sarjana di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia, Depok, Jurusan Sastra Indonesia (1959) dan tamat pada tahun 1964. Beliau meraih gelar doktor (Dr.) dalam bidang Linguistik di Universitas Indonesia, 22 Februari 1978. Judul disertasi beliau adalah Morfologi Dialek Lamera.

Beliau pernah mengajar di beberapa sekolah, di antaranya ialah SMA Syuradikara di Ende, SMA Seminari di Hokeng, SMA Buddaya II Jakarta (1962—1965), SMA Sanata Ursala dan SMA Santa Therasia (1964). Selain itu, beliau pernah menjadi tenaga pengajar pada perguruan tinggi di Unika Atma Jaya pada Fakutas Pendidikan dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (1967), Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, dan Jakarta Accademy Languages Jakarta (1971).

Sejak 1963, beliau menjadi dosen tetap di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia. Di samping itu, beliau juga pernah menjadi Koordinator Mata Kuliah Bahasa Indonesia dan Retorika di Fakultas Hukum serta Fakultas Ilmu-ilmu Sosial, Universitas Indonesia.

Ahli bahasa ini telah banyak menciptakan karya tentang kebahasaan. Karya-karya tersebut, yaitu Tata Bahasa Indonesia (cetakan pertama 1970; cetakan keempat belas 2018), Komposisi (cetakan pertama 1971; cetakan keenam 1980), Diksi dan Gaya Bahasa (cetakan pertama 1981; cetakan ketujuh belas 2007), Eksposisi dan Deskripsi (1981), Argumentasi dan Narasi (1982), Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia untuk Tingkat Pendidikan Menengah (1991), Lingusitik Bandingan Historis (cetakan pertama 1984; cetakan kedua 1991), Lingusitik Bandingan Tipologis (1990), Tanya Jawab Ejaan Bahasa Indonesia untuk Umum (1992), Cakap Berbahasa Indonesia (1995), dan Fasih Berbahasa Indonesia (1996). 

Berkat karya-karya tersebut, beliau di kenal sebagai ahli bahasa Indonesia. Tidak hanya di Jurusan Sastra Indonesia, tapi juga di berbagai jurusan lain, seperti Ilmu Hukum, Kedokteran, dan Ekonomi. Banyak akademisi mengutip penjelasan beliau dalam karya ilmiah. (YLS/Berbagai Sumber)

Daftar Bacaan:
Gorys Keraf. 2018. Tata Bahasa Indonesia. Flores: Nusa Indah.
_________. 2007. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
_________. 1991. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Badanbahasa.kemendikbud.go.id. “Gorys Keraf”. Diakses Selasa, 11 April 2023 pukul 19.45 WIB.
*

Kirim Komentar


Kabar Kata lainnya

Harimurti Kridalaksana

Informasi 30-12-2023 14:09 WIB

Raden Mas Hubert Emmanuel Haimurti Kridalaksana atau biasa dikenal Harimurti Kridalaksana (23 Desember 1939 “ 11 Juli 2022) adalah salah satu pakar linguistik di Indonesia. Bulan Oktober kemarin, beliau mendapat penghargaan Anugerah Hoesein Djajadiningrat Tahun 2023 pada kategori pengembangan...


Menjelajahi Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XII Virtual

Informasi 29-10-2023 06:04 WIB

Jakarta“Sejak Rabu, 25 Oktober 2023, Kongres Bahasa Indonesia XII yang bertema Literasi dalam Kebinekaan untuk Kemuajuan Bangsa resmi dibuka dan dilaksanakan secara hybrid, yakni luring dan daring. Sebanyak 1000 peserta daring turut hadir mengikuti rangkaian acara melalui laman virtual KBI...


Kongres Bahasa Indonesia XII Resmi Dibuka di Jakarta

Informasi 25-10-2023 23:27 WIB

Jakarta”Kongres Bahasa Indonesia (KBI XII) resmi dibuka di Jakarta pada Rabu, 25 Oktober 2023 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim atau yang akrab disapa dengan Mas Menteri. Bertempat di The Sultan Hotel and Residence, KBI XII dihelat untuk menengok...


Cerita Mahasiswa BIPA UGM tentang Budaya dan Bahasa Indonesia

Informasi 19-10-2023 16:17 WIB

Yogyakarta--Lima mahasiswa BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) yang belajar di INCULS (The Indonesian Language and Culture Learning Service) FIB UGM menceritakan pengalaman dan tantangan mereka dalam belajar bahasa Indonesia. Dalam acara "Gelar Wicara" dengan topik "Strategi dan Tantangan...


Ilmu Semiotika: Memaknai Lambang

Informasi 29-08-2023 09:41 WIB

Pernahkah Sobat melihat rambu-rambu lalu lintas Ada yang bergambarkan huruf p dengan garis miring, menandakan dilarang parkir atau simbol di pintu toilet. Perlu Sobat ketahui bahwa ilmu yang mempelajari lambang tersebut dinamakan ilmu semiotik.Ilmu semiotik berasal dari kata semeion dalam...