Kata Kita

Berita, Artikel, dan Opini tentang Ejaan. id dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Penulisan Kata pada Kata Bersilabel Tunggal

Oleh Khofifah Aisah Amini, S.Hum.*

Foto: Ejaan.id

 Sebelum memulai pembahasan, coba tentukan kalimat dengan kata berimbuhan yang benar di bawah ini.

1. Kakek sedang menjus buah timun di dapur.

2. Kemarin, Dimas mencat kamar mandi seharian.

3. Kakak mengelap kaca jendela tadi pagi.

4. Kamu tidak boleh mencap perilaku orang sembarangan.

Kira-kira, kalimat manakah yang benar? Oke, waktunya pembahasan!

Sekarang, kita membahas tentang penulisan imbuhan pada kata bersuku kata tunggal. Suku kata atau disebut juga silabel adalah satuan ritmis terkecil dalam suatu arus ujaran atau runtutan bunyi ujaran(Muslich, 2008). Kata jus, cat, lap, cap, dsb adalah contoh kata-kata bersilabel tunggal.

Adapun rumus penulisan imbuhan pada kata bersilabel tunggal adalah sebagai berikut.

me-/pe- + kata dengan silabel tunggal à menge-/penge-

Perhatikan contoh-contoh kata berikut ini:

me- + klik → mengeklik

me- + jus → mengejus

me- + tes → mengetes

me- + las → mengelas

me- + sol → mengesol

me- + bor → mengebor

me- + cor → mengecor

me- + lap → mengelap

me- + sah → mengesah

me- + cat → mengecat

me- + cap → mengecap

me- + tik → mengetik

me- + bom → mengebom

pe- + klik → pengeklik

pe- + jus → pengejus

pe- + tes → pengetes

pe- + las → pengelas

pe- + sol → pengesol

pe- + bor → pengebor

pe- + cor → pengecor

pe- + lap → pengelap

pe- + sah → pengesah

pe- + cat → pengecat

pe- + cap → pengecap

pe- + tik → pengetik

pe- + bom → pengebom

Perlu diingat, ya! kata yang benar adalah tik, bukan ketik (KBBI V, 2016). Kata mengetik berasal dari pembentukan kata {me- + tik}, bukan {me- + ketik}. Oleh karena itu, dalam bahasa Indonesia, istilah “typo” diterjemahkan menjadi saltik (salah tik).

Lalu, bagaimana dengan kata mengecap?

Kasus ini disebut sebagai homograf. Homograf adalah kata yang sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafal dan maknanya (KBBI V, 2016). 

Perhatikan pembahasan berikut.

1. mengecap

me- + cap

v membubuhkan cap

2.  mengecap

me- + kecap

v mencoba (merasai) rasa (makanan dan sebagainya); mencicipi

Nah, bagaimana? Kalau kita kembali pada contoh-contoh kalimat di atas, manakah kalimat dengan kata berimbuhan yang tepat? Ya, benar, kalimat nomor empat.

Semoga penjelasan ini dapat dipahami, ya! Selamat beraktivitas.

 

Sumber Bacaan

Muslich, M. (2008). Fonologi Bahasa Indonesia: Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa Indonesia. (Fatna Yustianti, Ed.). Jakarta: Bumi Aksara.

KBBI V. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (5th ed.). Jakarta: Badan Pengembangan Bahasa dan Pembinaan Bahasa.

*Redaktur bahasa

Kirim Komentar


Kata Kita lainnya

Kata "dalem" dan Pronomina Serapan dalam Bahasa Indonesia

Artikel 25-04-2024 10:42 WIB

Selama berada di Yogyakarta, saya sering mendengar kata dalem. Kata ini sering diucapkan ketika seseorang yang saya ajak berkomunikasi belum memahami apa yang saya sampaikan. Kata dalem dipakai sebagai permintaan hormat untuk mengulang apa yang sudah disampaikan.Sebagai penutur...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Asal Usul Skena dan Musik Indie

Artikel 20-03-2024 12:12 WIB

Belakangan ini, kata skena terus digunakan oleh pengguna media sosial. Bahkan, kata skena sering dituturkan oleh para remaja kota. Contohnya, saya pernah ditanya oleh beberapa teman saya, Bil, apa itu arti skena.Saya baru pertama kali mendengar kata itu dan merasa tergelitik untuk mencari...

Oleh Nabilla Hanifah Suci Ramadhani - Redaktur Ejaan.id


Kosakata Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia

Artikel 19-03-2024 16:43 WIB

Jika kita bertanya, kosakata apa yang paling banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia Meskipun tidak ada yang tahu persis, kebanyakan orang akan menjawab bahasa Inggris. Sadar atau tidak, setiap hari kita pasti melafalkan kosakata bahasa Inggris. Setidaknya, kata handphone. Sangat ...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Penggunaan Ejaan van Ophuijsen pada Novel Belenggu Karya Armijn Pane

Artikel 15-02-2024 10:26 WIB

Apa itu Ejaan van Ophuijsen Sebelum membicarakannya, mari kita bahas tentang ejaan. Chaer (2002) mengatakan, ejaan merupakan aturan cara penulisan kata, kalimat, dan tanda baca. Dalam KBBI Daring VI (2023), ejaan mencakup sejumlah kaidah tentang cara penulisan bahasa dengan menggunakan huruf,...

Oleh Andina Meutia Hawa - Dosen Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Kreator Konten: Istilah Baru, Profesi Baru

Artikel 24-01-2024 18:30 WIB

Sudah tidak asing lagi hari ini ada seseorang yang tiba-tiba menjadi seorang tokoh publik di media sosial, misalnya Danang Giri Sadewa, alumni Fisipol UGM yang kemarin sempat viral karena mengenalkan sosok Abigail Geuneve Arista Manurung melalui konten bercyanda, bercyanda. Ternyata Danang...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas