Kata Kita

Berita, Artikel, dan Opini tentang Ejaan. id dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Antara Dr. dan dr.

Oleh Yori Leo Saputra*

Foto: Ejaan.id
Saat Anda berkunjung ke rumah sakit atau ke puskesmas, pernahkah Anda melihat penulisan singkatan gelar dokter yang terpampang pada papan nama? Omong-omong, seperti apa singkatan gelar dokter yang pernah Anda temui? Apakah menggunakan DR., Dr., dr., atau singkatan gelar dokternya tidak menggunakan tanda titik di belakang gelarnya? 

Di antara singkatan di atas, saya pernah melihat singkatan gelar dokter  di salah satu puskesmas dengan menggunakan singkatan [Dr.] di depan namanya. Omong-omong, penggunaan singkatan untuk gelar dokter tersebut, apakah sudah tepat digunakan? Mari kita lihat penjelasan berikut.

Apabila dilihat pada KBBI Edisi V (2023), memang terdapat dua penulisan singkatan gelar pada depan nama, yaitu ada yang ditulis dengan d kapital [Dr.] dan ada pula yang ditulis dengan d nonkapital [dr.]. Secara bahasa, cara penulisan inilah yang membedakan tingkat pendidikan dan keahlian seseorang.

Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia dalam KBBI Edisi V (2023), [Dr.] merupakan singkatan dari doktor, sedangkan [dr.] adalah singkatan dari dokter. Namun, penggunaan singkatan tersebut sering terjadi tumpang tindih di masyarakat. Sebagian orang masih ada yang tidak paham mengenai arti perbedaan singkatan [Dr.] dan [dr.]. Bahkan, masih ada juga yang menganggap bahwasanya singkatan [Dr.] dan [dr.] memiliki arti yang sama. Padahal, artinya jelas berbeda.

Doktor dalam KBBI Edisi V (2023) diartikan ‘sebagai gelar kesarjanaan tertinggi yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada mahasiswa strata tiga (S-3) atau seorang sarjana yang telah menulis dan mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi’. Sementara itu, dokter diartikan ‘lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatan’. 

Dengan demikian, doktor [Dr.] adalah gelar untuk lulusan S-3 di bidang apa pun, sedangkan dokter [dr.] adalah gelar untuk lulusan profesi dokter setelah menempuh gelar S-1, sarjana kedokteran. Secara keilmuan, tentu orang yang sudah menempuh pendidikan strata tiga (S-3) memiliki ilmu yang lebih tinggi daripada strata satu (S-1).

Dalam EYD Edisi V (2022), penulisan singkatan gelar dokter hanya ada satu, yaitu dr. Lain daripada itu adalah contoh penulisan yang keliru. Penulisan singkatan gelar dokter  ditulis dengan menggunakan d nonkapital dan r nonkapital, serta diakhiri tanda titik. Contohnya, dr. Wawan Saputra.

Namun, hal yang menjadi masalah adalah ketika singkatan [dr.] itu muncul di awal kalimat. Nah, bagaimana cara penulisan demikian? Apakah huruf d pada singkatan gelar dokter itu harus dikapitalisasi atau tidak?

Sesuai ketentuan, bahwa huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama di awal kalimat. Jika ketentuan ini diikuti maka huruf d pada singkatan [dr.] itu ditulis kapital. Tentu dari perubahan ini akan identik menjadi penulisan singkatan gelar doktor yang disingkat [Dr.]. 

Menurut Rahardi (2001: 16) dalam Serpih-Serpih Masalah Kebahasaindonesiaan menyebutkan untuk masalah di atas, ada dua cara yang harus dilakukan. Pertama, tidak menyingkat gelar dokter itu. Contoh ini dapat dilihat pada kalimat Dokter Wawan Saputra sedang pergi ke luar kota hari ini

Kedua, mungubah susunan kalimat sehingga singkatan itu tidak muncul di awal kalimat. Contoh ini dapat dilihat pada kalimat Hari ini dr. Wawan Saputra tidak berada di tempat. Dengan cara-cara ini tidak akan mengalami kerancuan penulisan singkatan antara gelar doktor dan dokter dalam berbahasa.

Lalu, bagaimana dengan seseorang yang telah memiliki gelar doktor dan sekaligus gelar dokter? Apakah kedua gelar itu wajib dituliskan atau tidak? Tentu saja iya. Semua gelar dapat dituliskan dengan lengkap, misalnya Dr. dr. Nining Cantika, Sp.R. (spesialis radiologi).

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan penulisan singkatan gelar dokter yang tepat adalah dr., bukan Dr. dan bukan pula dr, Dr, serta DR. Demikian. Semoga bermanfaat dan mencerahkan. Mari aplikasikan dalam tulis-menulis. Selamat mencoba.*

*Redaktur Bahasa

Kirim Komentar


Kata Kita lainnya

Kata "dalem" dan Pronomina Serapan dalam Bahasa Indonesia

Artikel 25-04-2024 10:42 WIB

Selama berada di Yogyakarta, saya sering mendengar kata dalem. Kata ini sering diucapkan ketika seseorang yang saya ajak berkomunikasi belum memahami apa yang saya sampaikan. Kata dalem dipakai sebagai permintaan hormat untuk mengulang apa yang sudah disampaikan.Sebagai penutur...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Asal Usul Skena dan Musik Indie

Artikel 20-03-2024 12:12 WIB

Belakangan ini, kata skena terus digunakan oleh pengguna media sosial. Bahkan, kata skena sering dituturkan oleh para remaja kota. Contohnya, saya pernah ditanya oleh beberapa teman saya, Bil, apa itu arti skena.Saya baru pertama kali mendengar kata itu dan merasa tergelitik untuk mencari...

Oleh Nabilla Hanifah Suci Ramadhani - Redaktur Ejaan.id


Kosakata Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia

Artikel 19-03-2024 16:43 WIB

Jika kita bertanya, kosakata apa yang paling banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia Meskipun tidak ada yang tahu persis, kebanyakan orang akan menjawab bahasa Inggris. Sadar atau tidak, setiap hari kita pasti melafalkan kosakata bahasa Inggris. Setidaknya, kata handphone. Sangat ...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Penggunaan Ejaan van Ophuijsen pada Novel Belenggu Karya Armijn Pane

Artikel 15-02-2024 10:26 WIB

Apa itu Ejaan van Ophuijsen Sebelum membicarakannya, mari kita bahas tentang ejaan. Chaer (2002) mengatakan, ejaan merupakan aturan cara penulisan kata, kalimat, dan tanda baca. Dalam KBBI Daring VI (2023), ejaan mencakup sejumlah kaidah tentang cara penulisan bahasa dengan menggunakan huruf,...

Oleh Andina Meutia Hawa - Dosen Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Kreator Konten: Istilah Baru, Profesi Baru

Artikel 24-01-2024 18:30 WIB

Sudah tidak asing lagi hari ini ada seseorang yang tiba-tiba menjadi seorang tokoh publik di media sosial, misalnya Danang Giri Sadewa, alumni Fisipol UGM yang kemarin sempat viral karena mengenalkan sosok Abigail Geuneve Arista Manurung melalui konten bercyanda, bercyanda. Ternyata Danang...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas