Kata Kita

Berita, Artikel, dan Opini tentang Ejaan. id dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Mengenal Onomatope

Oleh Husni Mardhyatur Rahmi, M.Hum.*

Foto: Ejaan.id
Sobat Eja pernah tidak membaca kata-kata seperti dor, meong, bruk, kriet, plak, dan bugh dalam sebuah cerita? Kata-kata tersebut adalah onomatope. Onomatope didefinisikan sebagai kata tiruan bunyi, baik bunyi yang dihasilkan oleh benda-benda, bunyi binatang, maupun bunyi-bunyi (suara) yang dikeluarkan oleh mulut manusia yang bukan berupa kata.

Ada beberapa bentuk onomatope yang telah terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi kelima, di antaranya:
  • kring sebagai tiruan bunyi bel pada sepeda dan telepon
  • dor sebagai tiruan bunyi letusan senapan
  • bruk sebagai tiruan bunyi barang berat atau kumpulan barang yang jatuh
  • buk sebagai tiruan bunyi buah besar yang sudah masak jatuh ke tanah
  • guk sebagai tiruan anjing menggonggong
  • meong sebagai tiruan suara kucing
  • tik sebagai tiruan bunyi detik arloji atau bunyi hujan
  • tuk sebagai tiruan bunyi pintu
Onomatope atau tiruan bunyi dapat berbeda dalam berbagai bahasa. Hal tersebut dapat disebabkan perbedaan cara penutur bahasa dalam merefleksikan bunyi yang didengar. Contoh perbedaan onomatope tersebut dapat dilihat pada penulisan suara anjing. Dalam bahasa Indonesia, suara anjing ditulis guk guk, dalam bahasa Korea ditulis meong meong (멍멍), dan dalam bahasa Jepang ditulis wan wan (ワンワン). Contoh lain dapat dilihat pada onomatope suara ayam yang berkokok. Dalam bahasa Indonesia, onomatope ayam berkokok ditulis kukuruyuk. Hal ini berbeda dengan onomatope ayam berkokok dalam bahasa Mandarin yang ditulis Wō! Wō! Wō! (喔!喔!喔!). Berbeda pula dalam bahasa Jepang yang ditulis kokekokko (コケコッコー). 

Bagaimana menulis onomatope dalam sebuah tulisan?
Onomatope telah berterima dalam bahasa. Artinya, penulisan onomatope dalam sebuah tulisan dapat ditulis selayaknya kaidah penulisan kata dasar, yaitu ditulis secara mandiri, dan diawali dengan huruf kapital apabila berada di awal kalimat. Meskipun demikian, penulis juga dapat menulis onomatope menggunakan huruf miring dengan tujuan mengkhususkan kata dalam kalimat. Hal tersebut merujuk pada kaidah ejaan bahasa Indonesia yang dimuat dalam EYD V pada bagian huruf miring, yaitu “Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat”.

Nah, sekarang Sobat Eja sudah tahu kan tentang onomatope? Semoga informasi ini bermanfaat ya, Sobat Eja!
*Redaktur Bahasa

Kirim Komentar


Kata Kita lainnya

Kata "dalem" dan Pronomina Serapan dalam Bahasa Indonesia

Artikel 25-04-2024 10:42 WIB

Selama berada di Yogyakarta, saya sering mendengar kata dalem. Kata ini sering diucapkan ketika seseorang yang saya ajak berkomunikasi belum memahami apa yang saya sampaikan. Kata dalem dipakai sebagai permintaan hormat untuk mengulang apa yang sudah disampaikan.Sebagai penutur...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Asal Usul Skena dan Musik Indie

Artikel 20-03-2024 12:12 WIB

Belakangan ini, kata skena terus digunakan oleh pengguna media sosial. Bahkan, kata skena sering dituturkan oleh para remaja kota. Contohnya, saya pernah ditanya oleh beberapa teman saya, Bil, apa itu arti skena.Saya baru pertama kali mendengar kata itu dan merasa tergelitik untuk mencari...

Oleh Nabilla Hanifah Suci Ramadhani - Redaktur Ejaan.id


Kosakata Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia

Artikel 19-03-2024 16:43 WIB

Jika kita bertanya, kosakata apa yang paling banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia Meskipun tidak ada yang tahu persis, kebanyakan orang akan menjawab bahasa Inggris. Sadar atau tidak, setiap hari kita pasti melafalkan kosakata bahasa Inggris. Setidaknya, kata handphone. Sangat ...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Penggunaan Ejaan van Ophuijsen pada Novel Belenggu Karya Armijn Pane

Artikel 15-02-2024 10:26 WIB

Apa itu Ejaan van Ophuijsen Sebelum membicarakannya, mari kita bahas tentang ejaan. Chaer (2002) mengatakan, ejaan merupakan aturan cara penulisan kata, kalimat, dan tanda baca. Dalam KBBI Daring VI (2023), ejaan mencakup sejumlah kaidah tentang cara penulisan bahasa dengan menggunakan huruf,...

Oleh Andina Meutia Hawa - Dosen Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Kreator Konten: Istilah Baru, Profesi Baru

Artikel 24-01-2024 18:30 WIB

Sudah tidak asing lagi hari ini ada seseorang yang tiba-tiba menjadi seorang tokoh publik di media sosial, misalnya Danang Giri Sadewa, alumni Fisipol UGM yang kemarin sempat viral karena mengenalkan sosok Abigail Geuneve Arista Manurung melalui konten bercyanda, bercyanda. Ternyata Danang...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas