Kata Kita

Berita, Artikel, dan Opini tentang Ejaan. id dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang, Ini Penjelasannya!

Oleh Yori Leo Saputra*

Foto: Ejaan.id

Bila Anda suka membaca dongeng mungkin Anda tidak asing lagi dengan kata sandang  si dan sang. Dua kata sandang ini kadangkala sering muncul pada pelbagai cerita dongeng. Misal saja, cerita dongeng Pencuri yang Bijaksana.

Ia bergegas membawa pencuri itu menghadap sang Baginda dengan maksud supaya si pencuri menjelaskan rahasia besar yang disimpannya.” (Popmama.com)

Dari cuplikan dongeng tersebut, terlihat penggunaan kata sandang si dan sang. Namun, sebelum kita mengulas lebih jauh tentang penggunaan kata sandang si dan sang, mari kita lihat dahulu pengertian kata sandang. Apa itu kata sandang?

Menurut Kridalaksana dalam Kamus Linguistik Edisi Keempat (2008), kata sandang diartikan sebagai ‘artikel’. Artikel adalah kata yang tidak memiliki arti, yang berfungsi untuk membatasi atau memodifikasi nomina. Nomina yang dimaksud di sini ialah kata sandang yang biasanya dipakai untuk penyebutan suatu objek/subjek seperti nama manusia, nama hewan, dan nama Tuhan. Oleh karena itu, kata sandang berfungsi untuk mendampingi nomina (Widjono, 2012: 174).

Keraf (2018) dalam Tata Bahasa Indonesia menyebutkan ada beberapa bentuk kata sandang dalam bahasa Indonesia, yaitu yang, itu, nya, si, sang, hang, dan dang. Kemudian, Widjono (2012: 174) menyebut pula contoh lain kata sandang atau artikula dalam bahasa Indonesia, yaitu sri, para, kaum, dan umat. Sri, hang, dan dang merupakan kata sandang yang sering digunakan dalam kesusastraan lama. Kata sandang ini sudah jarang digunakan pada saat ini, kecuali kata sandang si dan sang. Kata sandang si dan sang masih berkembang baik dalam penggunaan bahasa Indonesia. Kata sandang si dan sang masih acap terlihat dan digunakan oleh orang-orang dalam menulis cerita anak ataupun digunakan dalam bercerita atau mendongeng.

Bila dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2023), kata sandang si memiliki serangkaian makna kata. Pertama, si dipakai di depan nama diri (pada ragam akrab atau kurang hormat), misalnya si Jaka, si Rukiah. Kedua, si adalah kata yang digunakan untuk mengkhususkan orang yang melakukan atau terkena sesuatu, misalnya si pengirim, si tertuduh.

Ketiga, si juga merupakan kata yang dipakai di depan nama orang untuk merendahkan diri, misalnya si Joni. Keempat, si juga merupakan kata yang dipakai di depan kata sifat untuk timang-timangan, pujian, panggilan, ejekan, dan sebagainya yang menyatakan bahwa yang disebut itu mempunyai sesuatu atau menyerupai sesuatu yang sama dengan sebutan itu, misalnya si durhaka dan si tolol. Selain itu, si juga merupakan kata yang dipakai pada berbagai-bagai nama tumbuhan atau bianatang, misalnya si tawar dan si harimau.

Sementara itu, kata sandang sang diartikan ‘sebagai kata yang dipakai di depan nama orang, binatang, atau benda yang dianggap hidup atau dimuliakan’, misalnya sang raja, sang ratu, dan sang Arjuna. Selain itu, kata sandang sang juga diartikan ‘sebagai kata yang dipakai di depan nama benda untuk berolok-olok’. Misalnya, sang suami dan sang kakak. (lihat KBBI, 2023)

Dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (2022), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia mengatur penulisan kata sandang si dan sang atas dua. Pertama, kata sandang si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Contohnya dapat dilihat pada kalimat berikut.

1. Si Rahmat adalah anak yang saleh.

2. Si Bawang Merah berlaku kasar kepada Bawang Putih.

3. Sang ratu meninggal karena sakit.

4. Sang Kancil menipu buaya.

Bila kata sandang si dan sang digunakan untuk menyebut manusia atau binatang; dan kata sandang itu tidak terletak di awal kalimat maka huruf pertama kata sandang itu tidak ditulis menggunakan huruf kapital. Contohnya dapat dilihat pula pada kalimat berikut.

1. Kami melihat si peot di rumahnya tadi sore.

2. Ayam kesayangan kakek bernama si jago.

3. Aini menjemput sang adik ke rumah temannya.

Kedua, kata sandang sang ditulis huruf pertamanya dengan menggunakan huruf kapital bila merupakan unsur nama Tuhan. Contohnya dapat dilihat pada kalimat berikut.

1. Kita harus bersyukur kepada Allah Swt., Sang Pencipta.

2. Doa-doa kita dikabulkan oleh Sang Hyang Widhi.

Itulah penjelasan singkat mengenai penggunaan kata sandang si dan sang dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan mencerahkan.

*Pustakawan SMA Negeri 1 Ranah Pesisir

Kirim Komentar


Kata Kita lainnya

Kata "dalem" dan Pronomina Serapan dalam Bahasa Indonesia

Artikel 25-04-2024 10:42 WIB

Selama berada di Yogyakarta, saya sering mendengar kata dalem. Kata ini sering diucapkan ketika seseorang yang saya ajak berkomunikasi belum memahami apa yang saya sampaikan. Kata dalem dipakai sebagai permintaan hormat untuk mengulang apa yang sudah disampaikan.Sebagai penutur...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Asal Usul Skena dan Musik Indie

Artikel 20-03-2024 12:12 WIB

Belakangan ini, kata skena terus digunakan oleh pengguna media sosial. Bahkan, kata skena sering dituturkan oleh para remaja kota. Contohnya, saya pernah ditanya oleh beberapa teman saya, Bil, apa itu arti skena.Saya baru pertama kali mendengar kata itu dan merasa tergelitik untuk mencari...

Oleh Nabilla Hanifah Suci Ramadhani - Redaktur Ejaan.id


Kosakata Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia

Artikel 19-03-2024 16:43 WIB

Jika kita bertanya, kosakata apa yang paling banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia Meskipun tidak ada yang tahu persis, kebanyakan orang akan menjawab bahasa Inggris. Sadar atau tidak, setiap hari kita pasti melafalkan kosakata bahasa Inggris. Setidaknya, kata handphone. Sangat ...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Penggunaan Ejaan van Ophuijsen pada Novel Belenggu Karya Armijn Pane

Artikel 15-02-2024 10:26 WIB

Apa itu Ejaan van Ophuijsen Sebelum membicarakannya, mari kita bahas tentang ejaan. Chaer (2002) mengatakan, ejaan merupakan aturan cara penulisan kata, kalimat, dan tanda baca. Dalam KBBI Daring VI (2023), ejaan mencakup sejumlah kaidah tentang cara penulisan bahasa dengan menggunakan huruf,...

Oleh Andina Meutia Hawa - Dosen Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Kreator Konten: Istilah Baru, Profesi Baru

Artikel 24-01-2024 18:30 WIB

Sudah tidak asing lagi hari ini ada seseorang yang tiba-tiba menjadi seorang tokoh publik di media sosial, misalnya Danang Giri Sadewa, alumni Fisipol UGM yang kemarin sempat viral karena mengenalkan sosok Abigail Geuneve Arista Manurung melalui konten bercyanda, bercyanda. Ternyata Danang...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas