Kata Kita

Berita, Artikel, dan Opini tentang Ejaan. id dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Cara Menulis Kata "atau", "dan", "setiap" Menggunakan Tanda Garis Miring (/)

Oleh Nabila Hanifah Suci R.*

Foto: Ejaan.id

Pernahkah Sobat melihat kata “atau” ditulis menggunakan tanda garis miring dalam kalimat? Ada yang menulis tanda garis miring dengan spasi atau tanpa spasi, seperti “rumah/kantor” dan “rumah/ kantor”. Lalu, bagaimana cara penulisan yang benar?

Garis miring dalam KBBI Edisi V bermakna ‘garis yang menyerong (tidak tegak lurus)’. Penggunaan garis miring telah diatur oleh EYD V dalam Bab Penggunaan Tanda Baca. Ada tiga aturan dalam menuliskan tanda garis miring, yaitu 1) penggunaan garis miring dalam nomor surat, dsb.; 2) garis miring digunakan sebagai pengganti kata dan, atau, serta setiap; 3) garis miring digunakan untuk mengapit kesalahan kata. Kali ini kita akan membahas poin kedua.

Sebelum itu, coba Sobat jawab, manakah penulisan yang benar?

a. Kuakui Nia sangat cantik/ imut.

b. Bibi akan berkunjung ke rumah kami besok/lusa.

c. Orang tua/ wali murid wajib hadir untuk mengambil rapor. 

d. Buku dan/atau majalah dapat dijadikan sumber rujukan.

e. Harga pensil itu Rp10.000,00/kotak.

Banyak dari Sobat pasti mengira huruf miring ditulis terpisah dengan kata berikutnya. Namun, penulisan yang benar justru sebaliknya. 

Penulisan huruf miring sebagai pengganti kata dan, atau, serta setiap ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Jadi, poin (b), (d), dan (e) merupakan kalimat yang benar. Bila diperbaiki, poin (a) dan (c) akan tertulis seperti ini. 

 a. Kuakui Nia sangat cantik/imut. → ‘Kuakui Nia sangat cantik dan imut.’ 
 c. Orang tua/wali murid wajib hadir untuk mengambil rapor. → ‘Orang tua atau wali murid wajib hadir untuk mengambil rapor.’ 

 Pada poin d, pernahkah Sobat membacanya dalam buku atau surat kabar? Kata penghubung “dan/atau” dapat dianggap sebagai “dan” serta sebagai “atau”. Bisa dikatakan bahwa garis miring mengandung arti pilihan, misalnya “A dan/atau B” yang berarti “A dan B” atau “A atau B”. 

Pada poin (d) dapat diartikan sebagai berikut: 
 “Buku dan/atau majalah dapat dijadikan sumber rujukan.” → ‘Buku dan majalah atau buku atau majalah dapat dijadikan sumber rujukan.' 

Sederhananya, kalimat tersebut bermakna hal yang dapat dijadikan rujukan bisa buku saja, majalah saja, atau buku dan majalah. Demikian cara penulisan tanda garis miring sebagai pengganti kata atau, dan, serta setiap. Jangan sampai salah lagi ya, Sobat Eja! Semoga bermanfaat. 

                                                            
*Redaktur Bahasa

Kirim Komentar


Kata Kita lainnya

Kata "dalem" dan Pronomina Serapan dalam Bahasa Indonesia

Artikel 25-04-2024 10:42 WIB

Selama berada di Yogyakarta, saya sering mendengar kata dalem. Kata ini sering diucapkan ketika seseorang yang saya ajak berkomunikasi belum memahami apa yang saya sampaikan. Kata dalem dipakai sebagai permintaan hormat untuk mengulang apa yang sudah disampaikan.Sebagai penutur...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Asal Usul Skena dan Musik Indie

Artikel 20-03-2024 12:12 WIB

Belakangan ini, kata skena terus digunakan oleh pengguna media sosial. Bahkan, kata skena sering dituturkan oleh para remaja kota. Contohnya, saya pernah ditanya oleh beberapa teman saya, Bil, apa itu arti skena.Saya baru pertama kali mendengar kata itu dan merasa tergelitik untuk mencari...

Oleh Nabilla Hanifah Suci Ramadhani - Redaktur Ejaan.id


Kosakata Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia

Artikel 19-03-2024 16:43 WIB

Jika kita bertanya, kosakata apa yang paling banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia Meskipun tidak ada yang tahu persis, kebanyakan orang akan menjawab bahasa Inggris. Sadar atau tidak, setiap hari kita pasti melafalkan kosakata bahasa Inggris. Setidaknya, kata handphone. Sangat ...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Penggunaan Ejaan van Ophuijsen pada Novel Belenggu Karya Armijn Pane

Artikel 15-02-2024 10:26 WIB

Apa itu Ejaan van Ophuijsen Sebelum membicarakannya, mari kita bahas tentang ejaan. Chaer (2002) mengatakan, ejaan merupakan aturan cara penulisan kata, kalimat, dan tanda baca. Dalam KBBI Daring VI (2023), ejaan mencakup sejumlah kaidah tentang cara penulisan bahasa dengan menggunakan huruf,...

Oleh Andina Meutia Hawa - Dosen Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Kreator Konten: Istilah Baru, Profesi Baru

Artikel 24-01-2024 18:30 WIB

Sudah tidak asing lagi hari ini ada seseorang yang tiba-tiba menjadi seorang tokoh publik di media sosial, misalnya Danang Giri Sadewa, alumni Fisipol UGM yang kemarin sempat viral karena mengenalkan sosok Abigail Geuneve Arista Manurung melalui konten bercyanda, bercyanda. Ternyata Danang...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas