Kata Kita

Berita, Artikel, dan Opini tentang Ejaan. id dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Tetapi dan Namun

Oleh Yori Leo Saputra*

Foto: Ejaan.id
Bahasa Indonesia memiliki banyak kata sambung. Kata sambung disebut juga konjungsi. Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V (2023), konjungsi diartikan sebagai ‘kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, dan antarkalimat.’

Kata tetapi dan namun merupakan konjungsi atau kata sambung yang biasa digunakan untuk menyatakan pertentangan dua hal. Akan tetapi, kata tetapi dan namun sering kali dipertukarkan penggunaannya sehingga menyebabkan kekeliruan dalam berbahasa. Misalnya, Dia itu sebenarnya cerdas. Tetapi, dia pemalas; atau Dia itu sebenarnya cerdas, namun dia pemalas.

Meski sama-sama digunakan untuk menyatakan pertentangan atau perlawanan, kata tetapi dan namun adalah dua konjungsi yang berbeda. Tetapi merupakan konjungsi intrakalimat yang digunakan untuk menyatakan hal yang tidak selaras atau bertentangan. 

Menurut Alwi, dkk. (2000) dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, konjungsi dibedakan atas empat kelompok, yaitu konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, dan konjungsi antarkalimat. 

Jika dilihat berdasarkan jenisnya, tetapi termasuk dalam konjungsi koordinatif. Konjungsi ini merupakan ‘konjungsi yang menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama pentingnya, atau memiliki status sama’ (Alwi, dkk., 2000). Adapun contoh lain yang termasuk dalam kolompok konjungsi koordinatif, yaitu dan, atau, serta, melainkan, padahal, dan sedangkan.

Sementara itu, namun merupakan konjungsi antarkalimat yang digunakan untuk menyambung kalimat sebelumnya. Contohnya, Dia sangat mencintaiku. Namun, aku tidak mencintainya. Dalam bahasa Indonesia, namun tergolong dalam konjungsi antarkalimat. Dikatakan konjungsi antarkalimat karena konjungsi ini menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. Walaupun demikian, setelah itu, selanjutnya, oleh karena itu, dan dengan demikian juga merupakan beberapa contoh konjungsi antarkalimat.

Hal yang membedakan penggunaan kata tetapi dan namun adalah posisi  berdirinya dalam suatu kalimat. Kata tetapi biasanya diletakkan di tengah kalimat serta didahului oleh tanda koma. Contohnya, Saya lapar, tetapi tidak ada makanan

Sementara itu, kata namun diletakkan di awal kalimat serta diikuti dengan tanda koma (lihat contohnya di atas). Ungkapan akan tetapi yang juga merupakan salah satu konjungsi antar kalimat dapat digunakan sebagai sinonim kata namun.

Untuk memahami penggunaan kata tetapi dan namun, sederhananya pola penulisannya adalah sebagai berikut.

…, tetapi…
Namun,…

Catatan:
tetapi ditulis menggunakan huruf biasa, sedangkan kata namun huruf pertamanya ditulis kapital.

Nah, jangan sampai tertukar dan salah lagi ya penggunaannya, Sobat Eja. Semoga ulasan ini bermanfaat dan mencerahkan.*

Rujukan:
Alwi, Hasan, dkk. 2000. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2023. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V 
*Pustakawan

Kirim Komentar


Kata Kita lainnya

Kata "dalem" dan Pronomina Serapan dalam Bahasa Indonesia

Artikel 25-04-2024 10:42 WIB

Selama berada di Yogyakarta, saya sering mendengar kata dalem. Kata ini sering diucapkan ketika seseorang yang saya ajak berkomunikasi belum memahami apa yang saya sampaikan. Kata dalem dipakai sebagai permintaan hormat untuk mengulang apa yang sudah disampaikan.Sebagai penutur...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Asal Usul Skena dan Musik Indie

Artikel 20-03-2024 12:12 WIB

Belakangan ini, kata skena terus digunakan oleh pengguna media sosial. Bahkan, kata skena sering dituturkan oleh para remaja kota. Contohnya, saya pernah ditanya oleh beberapa teman saya, Bil, apa itu arti skena.Saya baru pertama kali mendengar kata itu dan merasa tergelitik untuk mencari...

Oleh Nabilla Hanifah Suci Ramadhani - Redaktur Ejaan.id


Kosakata Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia

Artikel 19-03-2024 16:43 WIB

Jika kita bertanya, kosakata apa yang paling banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia Meskipun tidak ada yang tahu persis, kebanyakan orang akan menjawab bahasa Inggris. Sadar atau tidak, setiap hari kita pasti melafalkan kosakata bahasa Inggris. Setidaknya, kata handphone. Sangat ...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Penggunaan Ejaan van Ophuijsen pada Novel Belenggu Karya Armijn Pane

Artikel 15-02-2024 10:26 WIB

Apa itu Ejaan van Ophuijsen Sebelum membicarakannya, mari kita bahas tentang ejaan. Chaer (2002) mengatakan, ejaan merupakan aturan cara penulisan kata, kalimat, dan tanda baca. Dalam KBBI Daring VI (2023), ejaan mencakup sejumlah kaidah tentang cara penulisan bahasa dengan menggunakan huruf,...

Oleh Andina Meutia Hawa - Dosen Sastra Indonesia, Universitas Andalas


Kreator Konten: Istilah Baru, Profesi Baru

Artikel 24-01-2024 18:30 WIB

Sudah tidak asing lagi hari ini ada seseorang yang tiba-tiba menjadi seorang tokoh publik di media sosial, misalnya Danang Giri Sadewa, alumni Fisipol UGM yang kemarin sempat viral karena mengenalkan sosok Abigail Geuneve Arista Manurung melalui konten bercyanda, bercyanda. Ternyata Danang...

Oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. - Dosen Linguistik Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas